celotehan sherly : padi itu tumbuh gak berisik yung


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

salam swasembada pangan

salam hilirisasi

salam indonesia emas 2045 

hahaha

perkenalkan nama saya sherly saya hanya seseorang yang sedang kebingungan, bagai bola sodok yang hanya menggelinding saja, bagai rodati pedati yang mengarah ke sisi kiri, saya hanya seorang yang sedang kebingungan dalam diam, namun hanya butuh kepastian.

ini malam bukan? jika ini suatu keheningan malam yang diciptakan olehNya, entah sudah berapa malam kenapa masih banyak sekali kebingungan melanda yang harus aku jalani.

dibalik trust issue nasional yang melanda diriku ini mari kita perkecil lagi kepada masalah mikro yang terjadi direpublik yani hari ini dan sebelum - sebelumnya.

tapi kesunyian malam ini pun terpecah oleh perdebatan antara sherly dan buyung terkait polemik yang terjadi direpublik yani.

sherly pun kekeh bahwa republik sekarang ini sudah jauh dari kata pergerakan tapi lebih dekat kepada kata pergolakan “ gimana engga yung, wong uwonge wae ra eneng toh rausah lah kita sibuk-sibuk baca buku dari kiri ke kanan dari kanan ke kiri, kita itu bilang malem ini besok mau infaq sedekah pas sholat jumat aja kadang pas waktu sholat jumatnya suka masih mikir-mikir dinfaqin ora yo yakan hahaha, macam wong-wong iki mau disuruh nepati janji? yo ngga mungkin toh, apalagi ya memang sesuatu yg dijanjikan hanya dapet capek dan amal jariyahnya aja raenek duite, yowislah bubar kabeh percaya aku lah kali ini sitip”

buyung pun menyauti tanggapan yani dengan bilang “ yo ra mesti seperti itu sherly, wong sebelum kita itu menyebut kata sumpah serapah bahwasannya hari ini tidak terjadinya pergerakan untuk membentuk moral force bagi rakyat direpublik ini, aku yakin masih ada kesempatan dilain hari yang akan kita lihat dengan rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap pergerakan yang menimbulkan sebuah hal yang positif baik untuk republik ini ataupun angan-angan pikiranmu itu, 

sherly yang sudah geram pun nyeloteh “eh yung, gimana aku gk ngeluapin pesimisme ini, toh aku ngeliat dengan mataku sendiri bahwa hari ini mereka lebih suka meninggalkan republik ini, mereka lebih suka mancing, push rank, atau lebih suka kerja bakti direpublik biru, gak ada lagi kecintaan terhadap republik biru kuning ini, boro-boro berpikir keras untuk bisa membuat kegiatan diaspora anggota, buat ngumpulin masyarakat luar agar ikut republik ini aja engga toh. padi itu tumbuh gak berisik yung, yowislah karepmu”

buyung pun menanggapi celotehannya si sherly dengan bilang “yowis ngene wae, ben sing nunggu mereka sadar akan rasa peduli mereka terhadap republik ini, yo kita bareng-bareng gelar buku wae guna melawan gaya baca konservatif ben ngisi waktu luang disore hari di akhir pekan, kita beri judul gerakan tersebut tafsirisasi, gimana?

sherly : yok gas mangkat!!!

(sherly)

Komentar

Postingan Populer